Statistika

Pengantar Deskriptip Teori Peluang Variabel Random Diskrit Variabel Random Kontinyu Teori Sampling Estimasi Uji Hipotesis Regresi Linear Sederhana Analisis Varian

Pengantar

Di dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, peneliti sering mencari hubungan antara dua variabel, misalnya hubungan antara tekanan gas dengan temperatur, hubungan antara pendapatan dan konsumsi, hubungan antara dosis pupuk dan produksi tanaman, dan sebagainya. Hubungan di atas dapat dinyatakan sebagai hubungan dua variabel, yaitu variabel respon atau variabel tak bebas, dan variabel input atau variabel bebas. Jika $X$ menyatakan variabel bebas dan $Y$ menyatakan variabel respon, maka hubungan kedua variabel dapat dinyatakan sebagai fungsi. Di dalam bab ini dipelajari hubungan linear antara dua variabel. Hubungan demikian selain hubungan yang mudah ditangani, juga ada banyak persoalan di dalam penerapan yang dapat dinyatakan dalam bentuk hubungan linear.
Hasil panen suatu jenis tanaman berhubungan dengan dosis pupuk yang diberikan dan faktor-faktor lain yang tidak diketahui. Manakah variabel bebas dan variabel tak bebasnya? Dalam hal ini hasil panen dipengaruhi oleh dosis pupuk, sehingga variabel bebasnya adalah pupuk dan variabel tak bebasnya adalah hasil panen.

Regresi linear sederhana

Hubungan linear antara variabel $X$ dan $Y$ dapat diprediksi dalam bentuk persamaan linear (garis regresi) \begin{equation} \hat{Y}=a+b X. \label{eq:regline} \end{equation} Pada persamaan (\ref{eq:regline}), $a$ dinamakan intersep dan $b$ dinamakan slope atau kemiringan. Secara geometris, intersep adalah perpotongan garis regresi dengan sumbu vertikal $Y$, sedangkan slope menyatakan tingkat kemiringan garis tersebut. Faktanya garis regresi (\ref{eq:regline}) tidaklah eksak, yakni tidak semua titik-titik $(X_i,Y_i)$ bisa tepat berada pada garis tersebut. Hal ini disebabkan hadirnya komponen random yang ikut mempengaruhi variabel $Y$. Komponen random tersebut bukan saja tidak bisa diukur, tetapi juga tidak bisa diketahui.

Contoh

Hasil observasi terhadap $12$ rumah tangga diperoleh data pendapatan ($X$) dan pengeluaran ($Y$) dalam juta rupiah diperoleh data berikut.

Penghasilan ($X$)5.57.54.79.48.56.09.27.25.54.26.58.3
Pengeluaran ($Y$)4.56.04.58.06.25.77.56.55.04.05.87.5

Berdasarkan data tersebut akan dipelajari bagaimana hubungan antara penghasilan ($X$) dan pengeluaran ($Y$). Cara yang cukup mudah untuk melihat hubungan kedua variabel adalah dengan menggambarkan titik-titik yang merupakan pasangan $X$ dan $Y$ untuk setiap orang pada bidang-$xy$. Gambar demikian dinamakan diagram pencar (scatter diagram). Dari diagram ini bisa dipelajari pola hubungan kedua variabel. Dari gambar tersebut nampak bahwa semakin besar penghasilan, semakin besar pula pengeluaran.
scatter
Selanjutnya kita bisa mencoba menggambarkan garis yang menjelaskan pola titik-titik pada diagram pencar tersebut. Garis demikian secara matematis berbentuk persamaan linear dan sering disebut persamaan regresi. Karena hanya terdiri atas satu variabel bebas, maka persamaan ini dinamakan regresi linear sederhana. Adanya faktor penggangu mengakibatkan tidak semua titik-titik observasi $(X_i,Y_i)$ bisa tepat berada pada garis regresi.
regresi

Adanya deviasi antara garis regresi (\ref{eq:regline}) dan titk-titik data merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Deviasi ini timbul akibat hadirnya faktor lain yang tidak dapat dikendalikan. Faktor-faktor ini sering disebut faktor pengganggu (disturbance). Model regresi linear dibentuk dengan cara menambahkan faktor pengganggu tersebut.

PERSAMAAN REGRESI LINEAR SEDERHANA

Bentuk umum persamaan regresi linear sederhana adalah \begin{equation} Y_i = \alpha +\beta X_i +\varepsilon_i \label{reg-eq} \end{equation} dimana: Kuantitas $Y$ dipengaruhi oleh $\varepsilon$ sehingga merupakan variabel random, sedangkan $X$ adalah hasil pengukuran yang mengabaikan komponen random. Komponen $\varepsilon$ juga sering disebut kesalahan random atau faktor pengganggu dan memiliki varian konstan. Fakta bahwa $E[\varepsilon]=0$ berimplikasi bahwa untuk nilai $X$ tertentu, nilai $Y$ berada di sekitar garis regresi $\hat{Y}=\alpha + \beta X$.

Agar model tersebut dapat digunakan, parameter $\alpha$ dan $\beta$ harus diestimasi. Peneliti tentu menghendaki agar suku kesalahan $\epsilon$ dibuat sekecil mungkin. Ada suatu metoda di dalam matematika untuk mencari parameter ini sehingga jumlah kuadrat kesalan randomnya adalah minimal, yaitu metode kuadrat terkecil (least square method). Misalkan $a$ dan $b$ berturut-turut nilai estimasi $\alpha$ dan $\beta$. Dengan menggunakan metoda ini, dapat ditunjukkan bahwa nilai kedua parameter dapat diestimasi dengan $a=\hat{\alpha}$ dan $b=\hat{\beta}$ seperti dinyatakan sebagai berikut.

ESTIMATOR $\alpha$ DAN $\beta$

\[ b=\frac{\sum_{i=1}^nX_iY_i-\overline{X}\sum_{i=1}^nY_i}{\sum_{i=1}^nX_i^2-n\overline{X}^2} \] dan \[ a= \overline{Y}-b\overline{X}.\]

Contoh

Berikut ini contoh untuk mencari persamaan regresi untuk menjelaskan hubungan antara penghasilan ($X$) dan pengeluaran ($Y$) pada contoh di atas.

Untuk memudahkan prediksi paramater $\alpha$ dan $\beta$ tersebut, perhitungan dilakukan dengan bantuan tabel berikut:

Observasi ke $i$ $X$ $Y$ $XY$ $X^2$
1 5.5 4.5 24.75 30.25
2 7.5 6.0 45 56.25
3 4.7 4.5 21.15 22.09
4 9.4 8 75.2 88.36
5 8.5 6.2 52.7 72.25
6 6 5.7 34.2 36
7 9.2 7.5 69 84.64
8 7.2 6.5 46.8 51.84
9 5.5 5 27.5 30.25
10 4.2 4 16.8 17.64
11 6.5 5.8 37.7 42.25
12 8.3 7.5 62.25 68.89
Jumlah82.371.2512.15598.55
    Dari baris terakhir tabel tersebut diperoleh:
  • $\sum_{i=1}^{12}X_i = 82.3$
  • $\sum_{i=1}^{12}Y_i =71.2$
  • $\sum_{i=1}^{12}X_iY_i =512.15$
  • $\sum_{i=1}^{12}X^2_i =598.55$
  • $n = 12$
  • $\overline{X}=82.3/12=6.86$
  • $\overline{Y}=71.2/12=5.93$

Oleh karena itu \[ b=\frac{\sum_{i=1}^nX_iY_i-\overline{X}\sum_{i=1}^nY_i}{\sum_{i=1}^nX_i^2-n\overline{X}^2}= \frac{512.15-(6.86)\cdot (71.2)}{598.55-(12)\cdot (6.86)^2}=0.701,\] \[a = \overline{Y}-b\overline{X}= 5.93-(0.701)\cdot (6.86) = 1.12.\]

Dengan demikian estimasi persamaan regresinya adalah \[ \hat{Y} = 1.12+0.701 X. \]

Manfaat persamaan ini diantaranya untuk memprediksi pengeluaran untuk pendapatan tertentu. Misalnya untuk penghasilan $8$ juta, nilai prediksi pengeluarannya adalah \[ \hat{Y}= 1.12+0.701 \cdot(8.0)= 6.73 \; juta\; rupiah.\]

Nilai $\hat{Y}_i = a + b X_i$, dinamakan fitted value, menyatakan nilai prediksi $Y$ untuk setiap nilai variabel bebas $X_i$. Selisih antara $\hat{Y}_i$ dan nilai observasi $Y_i$ dinamakan residual $e_i$, yakni \[ e_i = Y_i - \hat{Y}_i.\] Dengan demikian $e_i$ merupakan besarnya deviasi (penyimpangan) nilai observasi terhadap nilai prediksi.

Contoh

Berdasarkan persamaan regresi yang telah diperoleh pada contoh sebelumnya, carilah residual untuk contoh di atas!

Untuk mencari nilai $e_i$ pada contoh 1, pertama-tama nilai prediksi untuk setiap observasi dihitung menggunakan persamaan regresi yang telah diperoleh di atas. Misalnya untuk observasi pertama dan kedua, \[ \hat{Y}_1 = 1.12+0.701 (5.3)= 4.855\] \[ \hat{Y}_2 = 1.12+0.701 (7.5)=6.378\] Nilai $e_i$, untuk keduabelas observasi disajikan pada tabel berikut. Secara visual, nilai-nilai residual $e_i$ adalah jarak antara garis regresi dengan nilai observasi.

$i$$X_i$$Y_i$$\hat{Y}_i$Residual ($e_i$)
1 5.5 4.5 4.835 -0.335
2 7.5 6.0 6.378 -0.378
3 4.7 4.5 4.415 0.085
4 9.4 8.0 7.709 0.291
5 8.5 6.2 7.079 -0.879
6 6.0 5.7 5.326 0.374
7 9.2 7.5 7.569 -0.069
8 7.2 6.5 6.167 0.333
9 5.5 5.0 4.976 0.024
10 4.2 4.0 4.064 -0.064
11 6.5 5.8 5.677 0.124
12 8.3 7.5 6.938 0.562
residual

Jumlah dari kuadrat $Y_i - \hat{Y}_i$ dinamakan jumlah kuadrat kesalahan ($SS_E$), yaitu \[ SS_E = \sum_{i=1}^n (Y_i - \hat{Y}_i)^2= \sum_{i=1}^n e_i^2.\] Jika semua nilai observasi berada pada garis regresi maka $Y_i = \hat{Y}_i$ sehingga $SS_E=0$. Besarnya nilai $SS_E$ menggambarkan seberapa jauh nilai observasi terhadap garis regresi.

Contoh

Nilai $SS_E$ pada contoh 1 dapat dihitung dengan cara menjumlahkah kuadrat kolom $e_i$ pada tabel di atas, yaitu \[ SS_E = (-0.335)^2+(-0.378)^2+0.085^2+\cdots +0.562^2 = 1.710.\]

Interval kepercayaan untuk $\beta$

Nilai harapan dari estimator $b$ dan $a$ berturut-turut adalah \begin{equation} \begin{array}{ll} E(b) = \beta \\ E(a)=\alpha \end{array} \label{eb} \end{equation} Dengan demikian $b$ dan $a$ masing-masing merupakan estimator tak bias untuk parameter $\beta$ dan $\alpha$. Untuk mengetahui variabilitas kedua estimator, dapat dipelajari melalui varian kedua estimator. Varian $b$ dan $a$ adalah \begin{equation} \begin{array}{ll} Var(b) = \frac{\sigma^2}{\sum X_i^2 -n\bar{X}^2} \\ Var(a)=\frac{\sigma^2 \sum X_i^2}{n(\sum X_i^2-n\bar{X}^2)} \end{array} \end{equation} Karena $b$ merupakan estimator parameter $\beta$, maka bisa dibentuk interval kepercayaan parameter $\beta$.

INTERVAL KEPERCAYAAN $\beta$

Interval kepercayaan $100(1-\alpha)$ persen untuk $\beta$ diberikan oleh \begin{equation} \label{confb} b \pm t_{\alpha/2,n-2} \sqrt{\frac{SS_E}{(n-2)S_{XX}}} \end{equation} dimana \[ S_{XX}= \sum_{i=1}^n (X_i-\bar{X})^2=\sum_{i=1}^n X^2_i -n\bar{X}^2. \]

Contoh

Carilah interval kepercayaan $95$ persen untuk contoh di atas dan jelaskan maknanya!

Penyelesaian. Interval kepercayaan $95$ persen dapat dicari sebagai berikut: \[ b= 0.701, \qquad S_{XX}=598.55-(12)(6.86)^2=33.83, \qquad SS_E = 1.710.\] \[ 1-\alpha=0.95 \text{ jika dan hanya jika } \alpha=0.05\] Berdasarkan tabel $t$, nilai $t_{0.05/2,10-2}=t_{0.025, 10} = 2.228$. Selanjutnya interval kepercayaan untuk $\beta$ dapat dicari dengan memasukan nilia-nilai tersebut ke persamaan (\ref{confb}), \begin{eqnarray*} \displaystyle b \pm t_{\alpha/2,n-2} \sqrt{\frac{SS_E}{(n-2)S_{XX}}} &=& 0.674 \pm (2.228)\sqrt{\frac{1.709}{(12-2)(33.83)}}\\ &=& 0.701 \pm 0.071 \end{eqnarray*} Dengan demikian interval kepercayaan $95$ persen untuk parameter $\beta$ adalah antara $0.701-0.075$ dan $0.701+0.075$ atau antara $0.626$ dan $0.778$. Oleh karena itu dapat dipercaya $95$ persen bahwa parameter $\beta$ berada di antara $0.626$ dan $0.778$.

Uji hipotesis koefisien regresi

Di dalam model regresi \[Y= \alpha + \beta X + \varepsilon \] penting untuk menguji hipotesis apakah variabel $X$ memiliki pengaruh terhadap variabel $Y$. Hal ini sama dengan menguji hipotesis apakah parameter $\beta$ sama dengan $0$ atau tidak, yaitu \[H_0: \beta =0 \quad \textnormal{melawan} \quad H_1:\beta \neq 0 \] pada tingkat signifikansi $\alpha$. Untuk menguji $H_0$ pada tingkat signifikansi $\alpha$ digunakan statistik penguji \begin{equation} \label{tstatb} t= \sqrt{\frac{(n-2)S_{XX} }{SS_E} } \; |b| \end{equation} dimana $H_0$ diterima jika $|t| \leq t_{\alpha/2,n-2}$ dan ditolak jika $|t| > t_{\alpha/2,n-2}$.

Demikian pula dapat ditunjukkan bahwa interval kepercayaan untuk parameter intersep $\alpha$ adalah \begin{equation} a \pm \sqrt{\frac{\sum X_i^2 SS_E}{n(n-2)S_{XX}}} t_{\alpha/2, n-2} \end{equation}

Contoh

Dari contoh sebelumnya telah diperoleh \[ b= 0.701, \qquad S_{XX}=33.83, \qquad SS_E = 1.710.\] Ujilah parameter $\beta$ pada tingkat signifikasi $5$ persen!

Berdasarkan persamaan \ref{tstatb}, statistik pengujinya adalah \[ t = \sqrt{\frac{(12-2) (33.83)}{1.710}} \; (0.701)= 9.86. \] Untuk tingkat signifikansi $\alpha=0.05$, berdasarkan tabel $t$ adalah $t_{0.025, 10}=2.228$. Dengan demikian $t > t_{0.025, 10}$, yang berarti $H_1$ diterima yaitu pendapatan berpengaruh secara signifikan terhadap pengeluaran.

Koefisien determinasi

Berdasarkan data $(X_1,Y_1),(X_2,Y_2),\cdots ,(X_n,Y_n)$, bisa dicari variasi variabel respon $Y$ yang disebabkan pengaruh variabel bebas $X$. Deviasi nilai observasi terhadap rata-rata observasi adalah \[Y_i - \bar{Y}\] Jumlah dari kuadrat deviasi ini dinamakan jumlah kuadrat total, ditulis $S_{YY}$, yakni \[ S_{YY} = \sum_{i=1}^n (Y_i - \bar{Y})^2.\] Kuantitas $S_{YY}$ ini menggambarkan variasi antara nilai observasi $Y_i$. Semakin besar nilai $S_{YY}$ berarti semakin bervariasi nilai-nilai $Y_i$. Nilai $S_{YY}$ dapat dipartisi menjadi dua bagian sebagai berikut. \begin{eqnarray*} S_{YY} &=& \sum_{i=1}^n (Y_i - \bar{Y})^2\\ &=& \sum_{i=1}^n [(Y_i - \hat{Y})+(\hat{Y}-\bar{Y})]^2\\ &=& \sum_{i=1}^n (Y_i - \hat{Y})^2+\sum_{i=1}^n(\hat{Y}-\bar{Y})^2+2\sum_{i=1}^n(Y_i - \hat{Y})(\hat{Y}-\bar{Y})\\ &=& \sum_{i=1}^n (Y_i - \hat{Y})^2+\sum_{i=1}^n(\hat{Y}-\bar{Y})^2\\ &=& SS_E + SS_R \end{eqnarray*} dimana \[ SS_R=\sum_{i=1}^n(\hat{Y}-\bar{Y})^2\] dinamakan jumlah kuadrat regresi (regression sum of square). Pada model regresi $Y=\alpha + \beta X + \epsilon$, variasi $Y$ disebabkan oleh dua komponen, yaitu

Karena variasi yang sebabkan oleh faktor kesalahan random adalah $SS_E$, ini berarti variasi yang disebabkan oleh variabel bebas $X$ = variasi $Y$ - $SS_E$. Dengan demikian jumlah kuadrat regresi \[ SS_R=S_{YY}-SS_E\] menggambarkan variasi yang disebabkan oleh variabel bebas $X$. Proporsi variasi yang disebabkan oleh variabel bebas $X$ dinamakan koefisien determinasi, dituliskan $R^2$. Dengan demikian \begin{equation} R^2=\frac{variasi \: X}{variasi \: Y}=\frac{S_{YY}-SS_E}{S_{YY}} = 1 - \frac{SS_E}{S_{YY}} \end{equation} Perhatikan bahwa $0 \leq S_{YY}-SS_R \leq S_{YY}$. Oleh karena itu nilai koefisien determinasi memenuhi \[0 \leq R^2 \leq 1.\] Nilai koefisien determinasi $R^2$ dapat digunakan untuk menilai seberapa tepat model regresi yang telah diperoleh. Nilai $R^2=1$ menunjukan model regresi yang diperoleh sangat baik, sedangkan nilai $R^2=0$ menunjukan model regresi yang diperoleh sangat jelek untuk menggambarkan hubungan kedua variabel.

Contoh

Carilah koefisien determinasi untuk contoh di atas!

Penyelesaian. Koefisien determinasinya dapat dihitung dengan bantuan tabel berikut:
$i$ $Y_i$ $Y_i-\bar{Y}$
1 4.5 -1.433
2 6.0 0.067
3 4.5 -1.433
4 8.0 2.067
5 6.2 0.267
6 5.7 -0.233
7 7.5 1.567
8 6.5 0.567
9 5.0 -0.933
10 4.0 -1.933
11 5.8 -0.133
12 7.5 1.567
Jumlah 82.3 71.2
$\bar{Y}$ = 71.2/12 = 5.933. Dari tabel tersebut dapat dihitung: \[ S_{YY} = (-1.433)^2+(0.067)^2+\cdots + (1.567)^2 = 18.362 \] Nilai $SS_E=1.710$, sebagaimana telah dihitung pada contoh sebelumnya. Dengan demikian koefisien determinasinya adalah \[ R^2 = 1-\frac{1.710}{18.362} = 0.9069,\] yang berarti 90.69 persen variasi dalam pengeluaran dapat dijelaskan oleh variabel pendapatan.

Analisis varian

Kualitas dari estimasi garis regresi yang telah diproleh dapat dievaluasi dengan penndekan analisis varian. Analisis varian merupakan prosedur dimana variasi total variabel tak bebas dibagi ke dalam komponen-komponennya. Hasil-hasil di atas menjelaskan bahwa jumlah kuadrat total $S_{YY}$ dapat dipartisi menjadi jumlah kuadrat regresi $SS_R$ dan jumlah kuadrat kesalahan $SS_E$, yaitu \[ S_{YY} = SS_R + SS_E\] Variabel random $Y_i$ independen dan berdistribusi normal, oleh karena itu $(Y_i - E[Y_i])/\sqrt{Var(Y_i)}$ berdistribusi norma standar, sehingga berakibat \[ \sum_{i=1}^n \frac{(Y_i - E[Y_i])^2}{Var(Y_i)} = \sum_{i=1}^n \frac{(Y_i - E[Y_i])^2}{\sigma^2}\] berdistribusi Chi-square dengan derajat bebas $n$. Jika $ E[Y_i]$ diganti dengan $\bar{Y}$ maka akan ada $n-1$ variabel yang independen, yaitu \[ \sum_{i=1}^n \frac{(Y_i - \bar{Y})^2}{\sigma^2}= \frac{S_{YY}}{\sigma^2}\] berdistribusi Chi-square dengan derajat bebas $n-1$. Kuantitas $ \frac{S_{YY}}{n-1}$ dinamakan kuadrat tengah ( mean square) total, ditulis $MST$. Dengan demikian \begin{equation} \label{mstt} MST = \frac{S_{YY}}{n-1} \end{equation} Lebih lanjut dapat dibuktikan bahwa \[\frac{SS_E}{\sigma^2} \] berdistribusi chi-square dengan derajat bebas $n-2$. Oleh karena itu nilai harapannya adalah \[ E\left( \frac{SS_E}{n-2} \right) = \sigma^2\] yang berarti $\frac{SS_E}{(n-2)}$ merupakan estimator tak bias untuk parameter $\sigma^2$. Kuantitas \begin{equation} \label{mse} MSE = \frac{SS_E}{n-2} \end{equation} dinamakan rata-rata kuadrat kesalahan (mean square error ). Oleh karena itu \[ \frac{SS_R}{\sigma^2}\] berdistribusi chi-square dengan derajat bebas $1$. Akibatnya \[ \frac{SS_R/1}{SS_E/(n-2)}=\frac{SS_R}{MSE} \] berdistribusi-$F$ dengan derajat bebas pembilang $1$ dan derajat bebas penyebut $n-2$. Misalkan akan diuji hipotesis \[ H_0: \quad \beta = 0 \qquad \text{melawan} \qquad H_1:\quad \beta \neq 0.\] Hipotesis nol tersebut menyatakan bahwa variasi dalam variabel $Y$ bukan disebabkan oleh variabel bebas $X$. Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan statistik penguji \[ F_0 = \frac{SS_R}{MSE} \] dimana $H_0$ ditolah jika $F_0 > F_{(1, n-2)}$. Hasil perhitungan di atas dapat diringkaskan dengan tabel analisis varian berikut.

Sumber variasiDerajat bebasJumlah Kuadrat Kuadrat Tengah $F_0$ (F-hitung)
Regresi1$SS_R$$SS_R$$SS_R/MSE$
Kesalahan (error)$n-2$$SS_E$$MS_E=SS_E/(n-2)$
Total$n-1$$SS_T$

Pada contoh di atas telah dihitung bahwa $SS_E=1.710$ dan $S_{YY}=18.362$. Ujilah apakah variasi yang disebabkan oleh regresi memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel pengeluaran ($Y$)?

Dari hasil-hasil di atas dapat dihitung \[ SS_R = S_{YY}-SS_E =18.362-1.710=16.852.\] Jumlah seluruh observasi adalah $n=12$. Selanjutnya dapat disusun tabel analisis varian untuk contoh tersebut sebagai berikut:

Sumber variasiDerajat bebasJumlah Kuadrat Kuadrat Tengah $F_0$ (F-hitung)
Regresi1$16.852$$16.852$$98.550$
Kesalahan (error)$10$$1.710$$0.171$
Total$11$$18.362$
Berdasarkan tabel-$F$ dengan derajat bebas pembilang $1$ dan derajat bebas penyebut $10$ pada tingkat signifikasi $5$ persen diperoleh $F_{1,10}=4.9646$, yang berarti \[ F_0 = 98.550 >4.9646=F_{1,10}.\] Dengan demikian $H_0: \beta=0$ ditolak, yang berarti bahwa variasi yang disebabkan oleh regresi memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel $Y$ pada tingkat signifikansi $5$ persen.

Korelasi

Korelasi merupakan ukuran keeratan hubungan antara dua variabel. Di dalam korelasi tidak dipersoalkan hubungan sebab akibat. Dengan demikian pernyataan "korelasi antara variabel $X$ dan $Y$" sama saja dengan pernyataan "korelasi antara variabel $Y$ dan $X$".

Keeratan hubungan antara dua variabel dinyatakan dengan koefisien korelasi. Jika $(x_1,y_1), (x_2,y_2), \cdots , (x_n,y_n)$ adalah data sampel, maka koefisien korelasi antara variabel $X$ dan $Y$, ditulis $r$, didefinisikan

\begin{equation} r=\frac{\sum_{i=1}^n(x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})}{\sqrt{\sum_{i=1}^n(x_i-\bar{x})^2 \sum_{i=1}^n(y_i-\bar{y})^2}} \label{korelasi} \end{equation}

Nilai koefisien korelasi adalah antara $-1$ sampai dengan $1$, yakni \[-1 \leq r \leq 1 .\]

Variabel $X$ dan $Y$ dikatakan:

Berikut data berat badan ($X$) dan tinggi badan ($Y$) sepuluh orang dewasa:

Berat badan (kg)60635761727556506764
Tinggi badan (cm)162168165170168170155160164168
Berdasarkan data ini, carilah seberaapa besar korelasi antara berat badan dan tinggi badan?

Tabel berikut merupakan proses perhitungan untuk mencari koefisien korelasi antara berat badan ($X$) dan tinggi badan ($Y$):

No. $X$ $Y$ $X-\overline{X}$ $Y-\overline{Y}$ $(X-\overline{X})^2$ $(Y-\overline{Y})^2$ $(X-\overline{X})(Y-\overline{Y})$
1 60 162 -2.5 -3 6.25 9 7.5
2 63 168 0.5 3 0.25 9 1.5
3 57 165 -5.5 0 30.25 0 0
4 61 170 -1.5 5 2.25 25 -7.5
5 72 1689.5 3 90.25 9 28.5
6 75 170 12.5 5 156.25 25 62.5
7 56 155 -6.5 -10 42.25 100 65
8 50 160 -12.5 -5 156.25 25 62.5
9 67 164 4.5 -1 20.25 1 -4.5
10 64 168 1.5 3 2.25 9 4.5
Jumlah 625 1650 506.5 212 220
\[ \overline{X}=62.5, \qquad \overline{Y}=165.0 \]

Hubungan $R^2$ dan $r$

Persamaan \ref{korelasi} dapat dituliskan sebagai \begin{equation} r=\frac{\sum_{i=1}^n(x_i-\bar{x})(y_i-\bar{y})}{\sqrt{\sum_{i=1}^n(x_i-\bar{x})^2 \sum_{i=1}^n(y_i-\bar{y})^2}} =\frac{S_{xy}}{\sqrt{S_{xx}S_{yy}}} \end{equation} Karena $SSR=\frac{S_{xx}S_{yy}-S^2_{xy}}{S_{xx}}$, maka \begin{eqnarray*} r^2&=&\frac{S^2_{xy}}{S_{xx}S_{yy}}\\ &=&\frac{S_{xx} S_{yy}-SSR S_{xx}}{S_{xx}S_{yy}}\\ &=&1-\frac{SSR}{S_{yy}}\\ &=&R^2, \end{eqnarray*} yakni \[|r|=\sqrt{R^2} \] Ini berarti nilai absolut koefisien korelasi sama dengan akar dua koefisien determinasi. Tanda $r$ sama dengan tanda koefisien $\hat{\beta}$ didalam persamaan regresi.