Studi Kasus
Pengertian
- Studi kasus adalah suatu studi secara detail mengenai subjek khusus, seperti orang, kelompok, tempat, peristiwa, organisasi atau fenomena.
- Studi kasus umumnya digunakan didalam penelitian sosial, pendidikan, klinis dan bisnis.
- Rancangan penelitian studi kasus biasanya mencakup metode kualitatif, namun demikian metode kuantitatif kadang-kadang juga digunakan.
- Studi kasus baik digunakan untuk memberikan gambaran, perbandingan, evaluasi dan untuk memahami aspek-aspek perbedaan dalam suatu permasalahan riset.
Kapan dilakukan studi kasus
- Studi kasus merupakan racangan riset yang sesuai jika peneliti ingin mendapatkan pengetahuan secara mendalam yang nyata dan kontekstual tentang suatu subjek ril.
- Studi kasus memungkinkan peneliti untuk menggali karateristik kunci, makna dan implikasi dari kasus.
- Studi kasus merupakan pilihan yang baik untuk tugas akhir, tesis atau disertasi, karena projek ini fokus dan dapat dikelola ketika peneliti tidak memiliki waktu atau sumber daya untuk riset skala besar.
- Peneliti dapat menggunakan hanya satu studi kasus kompleks jika peneliti menggali suatu subjek tunggal secara mendalam,
atau untuk menjalankan beberapa studi kasus untuk membandingkan dan menjelaskan aspek-aspek berbeda dari permasalahan riset.
Contoh studi kasus
- Efektifitas penggunaan sistem registrasi online di UM Palangkaraya?
- Studi kasus aktivitas pembelajaran online SMA Muhammadiyah.
- Studi kasus penggunaan server konvesional dan komputasi awan di perusahaan XYZ.
Memilih kasus
Setelah peneliti mengembangkan pernyataan masalah dan pertanyaan riset, selanjutnya peneliti siap untuk memilih kasus khusus yang menjadi penekanan. Studi kasus yang baik memilik potensi untuk:
- Menyediakan kebaruan atau wawasan tak terduga.
- Menandingi asumsi atau teori yang ada
- Pengajukan latihan praktis dari aksi untuk menyelesaikan permasalahan
- Membuka arah baru untuk riset selanjutnya.
Studi kasus tidak memerlukan sampel random atau sampel representatif.
Namun studi kasus sering fokus terencana pada kasus tak biasa, terabaikan atau terpecil, yang bisa merupakan corak baru pada permasalahan riset.
Membangun kerangka teori
Bilamana studi kasus lebih fokus pada rincian nyata dari pada teori umu, biasanya ia memiliki hubungan dengan teori di bidang tersebut. Cara studi kasus ini bukanlah pendeskripsian terpisah, tetapi diintetegrasikan kedalam pengetahuan yang ada tentang topik tersebut. Hal ini bertujuan untuk:
- Memberikan contoh teori dengan memperlihatkan bagaimana ia menjelaskan kasus yang dideliti.
- Memperluas teori dengan membuka konsep-konsep dan ide-ide baru yang perlu digabungkan.
- Tantangan teori dengan mengeksplorasi kasus-kasus terpencil yang tidak cocok dengan asumsi yang ditetapkan.
Untuk menjamin agar analisis studi kasus memiliki basis akademik yang kuat, peneliti perlu melakukan literature review terhadap sumber-sumber yang terkait dengan topik dan mengembangkan karangka teori.
Mengumpulkan Data
Studi kasus cenderung fokus pada data kualitatif menggunakan metode:
- interview,
- observasi, dan
- analisis sumber-sumber primer dan sekunder seperti artikel, fotografi, rekaman resmi.
Studi kasus juga bisa mengumpulkan data kuantitatif.
Deskripsi dan analisis kasus
- Dalam membuat laporan studi kasus, peneliti perlu menyampaikan semua aspek-aspek yang relevan secara bersama-sama untuk memberikan gambaran selengkap mungkin dari subjek yang diteliti.
- Cara penyusunan laporan tergantung pada jenis riset yang dilakukan. Beberapa laporan studi kasus menggunakan standar penulisan artikel ilmiah dengan bagian-bagin terpisah seperti pendahuluan, metode dan hasil pembahasan.
- Laporan kadang-kadang hanya bergaya narasi, bertujuan untuk mengeksplorasi kasus dari berbgai sudut pandang dan menganalisis maknan dan implikasinya.
- Dalam semua kasus, pastikan untuk memberikan rincian kontekstual tentang kasus, hubungkan kembali dengan literatur atau teori, dan diskusikan bagaimana hal tersebut cocok untuk pola yang lebih luas.
Survey
Tahapan Riset Survey
- Penentuan populasi dan sampel (siapa yang berpartisipasi dalam survey)
- Penentuan jenis survey (surat, online atau person)
- Rancangan pertanyaan dan layout survey
- Distribusi survey
- Analisis respon
- Penyusunan laporan hasil
Tahap 1: Penentuan populasi dan sampel
- Sebelum survey dilaksanakan, peneliti harus telah memiliki pertanyaan riset .
- Berdasarkan pertanyaan riset ini kemudian dapat ditentukan siapa yang akan menjadi target untuk berpartisipasi dalam survey.
-
Populasi target merupakan kelompok orang tertentu yang ingin digali informasinya. Kelompok ini bisa sangat luas ataupun sempit. Misalnya
- Populasi masyarakat Kalteng
- Mahasiswa suatu perguruan tinggi
- Konsumen suatu produk yang berusia 18 - 40 tahun
Tahap 1: Penentuan populasi dan sampel
- Karena berbagai alasan, sangat sulit dalam suatu survey untuk mencakup seluruh anggota populasi.
- Oleh karena itu dalam survey biasanya diambil sampel yang merupakan bagian dari populasi tersebut.
- Ukuran sampel tergantung pada besarnya populasi. Sampel dipilih sehingga dapat mewakili populasi (representatif).
- Semakin besar ukuran sampel semakin mewakili sampel tersebut, dan semakin valid kesimpulan yang akan diperoleh.
Tahap 2: Menentukan jenis survey
- Kuesioner ( daftar pertanyaan ) disitribusikan melalui surat, online atau perorangan, kemudian responden mengisi sendiri jawaban di dalam kuesioner tersebut.
- Interview, dimana peneliti menanyatakan sejumlah pertanyaan melalui telpon, lasngung atau rekaman.
Tahap 3: Merancang pertanyaan survey
Penyusunan pertanyaan yang akan ditanyakan hendaknya memperhatikan:
- Jenis pertanyaan
- Isi pertanyaan
- Penyusunan pertanyaan
- layout survey
Tahap 3: Merancang pertanyaan survey
Pertanyaan tertutup memberikan responden untuk pra penentuan sekolmpok pertanyaan untuk dipilih. Pertanyaan tertutup dapat mencakup:
- Jawaban biner (misalnya ya/tidak atau setuju/tidak setuju )
- Suatu skala (misalnya skala kesukaan dengan lima rentang mulai dari sangat suka sampai tidak suka)
- Sebuah daftar pilihan dengan satu jawaban yang mungkin (misalnya kategori usia )
- Sebuah daftar pilihan dengan beberapa jawaban
- Pernyataan tertutup harus mencakup semua jawaban yang mungkin.
- Jika tidak mungkin untuk mencakup semua jawaban maka dapat disediakan pilihan lainnya
Pertanyaan tertutup merupakan riset kuantitatif terbaik. Ia menyediakan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik untuk memperloeh pola, tren atau korelasinya.
Tahap 3: Merancang pertanyaan survey
Pertanyaan terbuka
- Pertanyaan terbuka merupakan riset kualitatif terbaik.
- Jenis pertanyaan ini tidak memiliki pilihan jawaban yang tertentu.
- Responden menjawab sendiri dengan kata-katanya.
- Pertanyaan terbuka umumnya dilakukan melalui inverview, namun dapat juga dengan kuesioner.
- Pertanyaan terbuka sering berguna untuk pertanyaan lanjutan untuk penjelasan yang lebih rinci.
Isi pertanyaan survey
- Untuk menjamin validitas dan kehandalan hasil, peneliti perlu secara hati-hati mempertimbangkan setiap pertanyaan dalam survey.
- Semua pertanyaan sebaiknya sempit dan fokus dengan konteks yang cukup untuk responden untuk menjawab secara akurat.
- Hindari pertanyaan yang tidak relevan dengan tujuan survey.
Penyusunan pertanyaan survey
- Pertanyaan survey sebaiknya sejelas dan secermat mungkin.
- Menyesesuaikan pertanyaan pada populasi target dengan mengingat tingkat pengetahuan responden.
- Bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh responden dan hindari bahasa yang rancu.
- Pertanyaan sebaiknya disusun dalam urutan logis, dimulai dengan pertanyaan mudah, tidak sensitif, pertanyaan tertutup yang akan meyakinkan responden untuk melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya.
- Jika survey mencakup beberapa jenis topik atau tema, maka pertanyaan survey dikelompokan dalam pertanyaan-pertanyaan yang relevan.
- Kuesioner dapat dibagi dalam beberapa bagian untuk membantu responden memahami pertanyaan pada tiap bagian.
- Jika suatu pertanyaan tergantung atau mengacu ke pertanyaan sebelumnya, maka pertanyaan tersebut bisa ditempatkan secara langsung secara berurutan.
Tahap 4: Distribusi survey dan pengumpulkan respon
- Sebelum survey dimulai, perlu disusun rencana jelas tentang dimana, kapan, siapa dan dengan siapa saja survey akan dilaksanakan.
- Tentukan terlebih dahulu berapa banyak respon yang diperlukan dan bagaimana peneliti akan memperoleh akses ke sampel.
- Jika peneliti merasa cukup telah membuat rancangan riset yang sesuai untuk jawaban pertanyaan riset, peneliti dapat melaksanakan survey melalui metode yang dipilih (surat, online, in person).
Tahap 5: Analisis hasil survey
- Ada beberapa metode untuk menganalisis hasil survey.
- Pertama, peneliti dapat memproses data, biasanya dengan bantuan program komputer untuk mengurutkan semua respon.
- Dapat juga membersihkan data dengan menghilangkan respon yang tidak lengkap atau tidak benar.
- Untuk pertanyaan terbuka, peneliti harus mengkode respon dengan menandai setiap respon dan mengorganisasinya kedalam kategori atau tema.
- Peneliti juga menggunakan metode kualitatif yang cocok untuk analisis interview.
- Analisis statistis bisa jilaksanakan dengan program seperti SPSS atau Minitab.
Tahap 6: Menyusun laporan hasil survey
- Jika data telah dikumpulkan dan dianalisis, peneliti perlu menyusun laporan sebagai bagian dari skripsi, tesis, deisertai atau paper.
- Di dalam bagian metodologi, peneliti menjelaskan secara jelas bagaimana survey dilaksanakan.
- Peneliti sebaiknya menjelaskan jenis pertanyaan yang digunakan, metode sampling, tempat dan waktu survey dilaksanakan dan banyaknya respon.
- Peneliti dapat memasukan kuesioner utuhnya sebagai appendiks (lampiran).
- Kemudian memberikan pengantar analisis dengan menggambarkan bagaimana peneliti mempersiapkan data dan metode analisis yang digunakan. Pada bagian hasil, dibuat ringkasan dan hasil-hasil kunci dari analisis.
- Di dalam diskusi (pembahasan) dan kesimpulan, peneliti memberikan penjelasan dan interpretasi hasil-hasil ini, jawaban pertanyaan riset dan mempertimbangkan implikasi dan keterbatasan riset.